jadilah besar bestari dan manfaat tuk di sekitar

πŸ’Œ
3 min readAug 12, 2023
β€œbiarlah aku dikutuk dan engkau yang dirayakan.”

Selamat merayakan kembali hari hadirnya kamu di dunia,

Selamat menginjak usia baru untukmu manusia yang senantiasa penuh cinta.

Kata banyak orang, saat beranjak dewasa, dunia akan selalu sibuk berlomba dan menggoresmu dengan banyak luka tanpa kenal lelah. Diinjaknya harapan, dikoyaknya angan, dibiarkannya kebingungan, dan tentu masih banyak lagi yang akan dilakukan dunia kepadamu dengan keterbatasan pengalaman tanpa tahu harus melakukan apa dalam menghadapi itu semua.

Dunia seakan-akan tidak akan pernah membiarkan kita untuk siap, karena katanya semua adalah bentuk dari berproses. Perubahan akan selalu ada, dengan ketidakpastian, ketakutan, ekspektasi, harapan, teka-teki, dan rasa nyaman yang semakin menjauh. Dijalani dan dituntaskan sampai akhir.

Tapi tak apa, yang terpenting kamu selalu ada disini, akan baik-baik saja apapun yang terjadi, akan ada banyak petualangan dan hal baik yang menanti di depan. Semoga kamu selalu temukan alasan untuk bertahan melewati hal berat yang tak pernah kamu ceritakan.

Perjalanan, takdir, dan kenangan. Berselimut doa. Hangatnya akan terjaga.

Tahun ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, masih terselip senyum manis dan tawa hangatmu di setiap hari sulit yang ku lalui. Aku belajar banyak hal darimu β€” tentang kasih sayang paling besar yang patut diberikan untuk diri sendiri, tentang menghargai dan tentang segala hal baik yang senantiasa kamu beri untuk sekitar.

Kehadiranmu mengingatkanku selalu bahwa untuk menjadi besar bestari dan manfaat tuk sekitar, kita selalu bisa memulainya dari diri sendiri, karena kebaikan senantiasa dapat diberikan dimana saja dan untuk menjadi baik tak perlu menunggu posisi atau pencapaian tertentu. Bahwa untuk menjadi besar pun akan selalu dimulai dari hal-hal kecil. Tentang makna hidup yang diberikan satu sama lain untuk saling mengerti dan menginspirasi juga saling mendukung.

Rasanya kembali diingatkan sekali lagi, kalau kebaikan itu selalu dekat dan ada dimana-mana.

Kamu yang eksistensinya seperti laut tenang sangat jauh berbeda dari lautku yang gemar sekali gusar dan gaduh. Kamu yang awannya lebih teduh dan malamnya lebih hangat dariku yang terkadang panas.

Kamu selalu mengingatkanku untuk tidak selalu berlari, hidup untuk bernapas setiap hari dan bangun kembali melihat mentari pagi. Kamu juga selalu mengingatkan untuk hanya mendengarkan kalimat baik.

Maka melalui tulisan ini, aku harap kamu juga melakukan hal yang sama.

Tahun demi tahun sudah kamu lewati. Entah sudah berapa banyak doa yang telah kamu rapalkan begitupun dengan orang baik di sekitarmu, aku akan turut mengaminkan seluruh doa baiknya. Harapan dan doa yang hangatnya kekal abadi di dalamnya.

13 Agustus akan sama seperti hari-hari biasa lainnya, hanya yang membedakan ibumu telah melahirkan dunia bagi orang-orang yang mencintaimu hari ini. Tetap akan ada lilin yang menyala di pergantian hari dan tetap akan selalu ada bahagia sebelum atau sesudah perayaan ini.

Disana berdirilah engkau dengan senyuman dan keping harapan.

Dan senyummu akan selalu memberikan kebahagiaan bagi banyak orang, memberikan kehangatan dan rasa nyaman bagi siapa saja yang melihatmu, serta memberikan harapan bagi aku yang melihatnya.

Terima kasih ya.

Terima kasih karena eksistensimu ternyata berhasil memberikan sinar di tengah kehidupanku dan juga banyak orang yang sempat redup. Terima kasih karenamu telah mengingatkanku sekali lagi bahwa ternyata aku masih punya banyak cinta di dalam diriku sendiri. Terima kasih karena melalu bait katamu yang senantiasa mengingatkanku bahwa aku sudah bekerja keras juga berhasil membawa kebahagiaan kecil nan sederhana di setiap harinya.

Salah satu kebahagiaan yang banyak bentuknya itu di dalam hidupku ternyata berbentuk kamu. Aku selalu bersyukur akan hal-hal kecil yang aku punya dan kamu salah satunya.

Selalu ada menemanimu, sampai kita dihapus waktu.

Di belakang tempatmu bersandar, tanganku terbuka kapanpun kau ingat pulang.

Aku tidak akan pernah tahu bagaimana kedepannya. Tapi, satu hal yang pasti, bersama atau tidak nantinya, kamu selalu punya tempat paling istimewa.

Sekali lagi selamat bulan Agustus, bulan penuh hujan harapan dan doa untukmu. Semoga apa-apa yang baik senantiasa bertahan lama β€” tentu juga kebahagianmu. Semoga jiwa dan ragamu diberi sehat secara cuma-cuma. Serta mulia panjang umurnya agar kelak kau temukan makna hidup disepanjang umur yang didoakan oleh banyak orang.

--

--